Berita Terbaru

PLTA Kayan Topang Listrik Ibu Kota Baru, Searah dengan Konsep Ibu Kota

Pembangunan PLTA Kayan Berkapasitas 9.000 megawatt di Kalimantan Utara Digadang-gadang Searah dengan Konsep Ibu Kota Baru.

Ad Space

Beberapa waktu lalu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah sudah melakukan kajian pemenuhan pasokan listrik ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dalam kajian tersebut menunjukkan, salah satu yang bisa memasok kebutuhan listrik ibu kota baru adalah PLTA Kayan di Kalimantan Utara. Menurutnya, PLTA Kayan bisa menghasilkan listrik yang cukup besar dan letaknya pun tak jauh dari lokasi ibu kota baru.

PLTA Kayan sendiri akan dibangun akhir tahun ini dan siap beroperasi pada tahun 2024. PLTA yang nantinya bakal menghasilkan 9.000 megawatt ini, pembangunannya dilakukan secara bertahap dan mampu menyuplai 6.000 megawatt listrik ibu kota baru.

PLTA Kayan Searah dengan Konsep Ibu Kota Baru

Gambar PLTA, Ilustrasi Jaringan Listrik (kumparan.com)

Pembangunan PLTA Kayan nantinya searah dengan konsep ibu kota baru yang digadang-gadang bakal ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber listrik energy baru terbarukan (EBT) dilansir dari kaltim.prokal.co.

PLN saat ini masih melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembaangunan Nasional (Bappenas). Pasalnya membangun dari nol, PLN ingin dari sisi keandalan listrik akan berbeda dengan kondisi di Jakarta.

Infrastruktur yang dibuat nantinya menghilangkan pemadaman atau zero down time, baik pemadaman akibat gangguan maupun pekerjaan pemeliharaan.

Ad Space

Nah, berkaitan dengan pembangkit EBT, PLN telah mendapat masukan dari Komisi VII DPR RI yang membidangi energy, riset, teknologi dan lingkungan hidup. BUMN itu diminta membuat patokan penyediaan energy listrik dari kota-kota baru di dunia yang menggunakan EBT.

Dalam hal ini, PLN mengkaji kemungkinan penggunaan EBT di ibu kota baru sebesar 100 persen. Melebihi permintaan Bappenas yang menginginkan EBT menyuplai 39 persen listrik ibu kota baru.

PLTA Kayan akan dibangun lima bendungan. Pembangunannya sendiri dimulai pada akhir tahun ini dan diharapkan bisa menghasilkan listrik pada tahun 2024.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam menyebut ketenagalistrikan di Kalimantan Timur yang sudah eksisting cukup diperuntukan bagi pelangan umum di luar ibu kota baru. Sementara untuk ibu kota baru 100 persen EBT.

Salah satu konsep kota yang bisa diambil contohnya adalah Kota Masdar, Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

Terkait pembangunan PLTA Kayan di Kalimantan Utara, Ridwan setuju, menurutnya penggunaan tenaga hidro mampu menunjang desain ibu kota negara baru yang berbasis green energy.

Ad Space
Ad Space

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>